Senin, 30 Mei 2011

Part 1

seperti baru tersadar
ternyata dirimu masih ada
entah semua yang terasa hampa atau kah memang kenyataan
berjalan gontai bagai hendak terbang tersapu angin
malam pun hanya diam, sedikit berseloroh sepoy-sepoy
seperti hendak menyampaikan sesuatu..

kau yang selalu menggenggam ku d saat ku rapuh kini tak nampak lagi
hanya semilir angin lalu yang merasuk hingga ke tulang
yang selalu mengusik keindahan hidup ku
yang selalu diam bagai tangis tanpa air mata
yang selalu membuatku gelisah disaat menunggu mu

aku akan tetap mengejar pelangiku hingga udara tidak dapat merasuk lagi ke jiwa ini...

1 komentar: